Bayi berusia 1,5 tahun dapat berendam dengan benar di pemandian air panas. Namun, karena bayi masih muda, daya tahannya lemah, dan pusat termoregulasi mereka belum sepenuhnya berkembang, luas permukaan tubuh mereka relatif besar, dan suhu tubuh mereka mudah dipengaruhi oleh lingkungan luar, jadi ketika berendam di pemandian air panas, Anda umumnya perlu memperhatikan hal-hal berikut: 1. Suhu yang sesuai: sebelum berendam di pemandian air panas, Anda harus terlebih dahulu mencoba suhu air, yang tidak boleh terlalu rendah atau terlalu tinggi. Transisi dari suhu air rendah ke tinggi harus bertahap, menyisakan waktu yang cukup untuk vasodilatasi; 2. Waktu kontrol: waktunya tidak boleh terlalu lama, dan disarankan tidak boleh lebih dari 15 menit, untuk menghindari perendaman yang berkepanjangan di sumber air panas yang mengakibatkan pembuangan panas atau penguapan air yang berlebihan, dehidrasi atau syok; 3. Waktu kontrol: waktu yang dibutuhkan untuk berendam di sumber air panas tidak boleh lebih dari 15 menit, untuk menghindari perendaman yang terlalu lama di sumber air panas yang mengakibatkan pembuangan panas yang berlebihan atau penguapan air, dehidrasi atau syok; 3. Waktu kontrol: waktu yang dibutuhkan untuk berendam di sumber air panas tidak boleh lebih dari 15 menit. Pastikan kepala, leher dan dada terkena air untuk menghindari tekanan air pada dada, yang dapat menyebabkan dada terasa sesak dan tercekik. Jika bayi masih kecil, yang terbaik adalah menggunakan cincin renang untuk memastikan keamanannya. 4. Periksa kondisi fisik: Jika bayi dalam keadaan lelah secara fisik, lapar atau baru saja makan, tidak disarankan untuk segera berendam di pemandian air panas, karena hal ini dapat menyebabkan gula darah rendah atau muntah. Jika bayi Anda berada dalam fase akut pilek, tidak disarankan untuk berendam di pemandian air panas, karena daya tahan tubuh lebih lemah saat ini, dan jika Anda berendam di pemandian air panas, akan dengan mudah menyebabkan dehidrasi dan kekurangan oksigen.