Veneer pada umumnya tidak berbahaya jika indikasinya diikuti dengan ketat, namun, gejala atau bahaya seperti veneer terkelupas, gusi terkelupas atau gusi berdarah dapat terjadi.
Restorasi veneer adalah salah satu modalitas perawatan konvensional dalam kedokteran gigi, yang terutama dapat diterapkan untuk gejala-gejala seperti pewarnaan endogen pada gigi (misalnya fluorosis, tetrasiklin, dan lain-lain) atau kehilangan sebagian gigi anterior.
Jika restorasi veneer memenuhi indikasi di atas dan dioperasikan oleh dokter profesional, umumnya tidak berbahaya, tetapi sebaliknya, veneer dapat retak, lepas atau merusak gusi dan menimbulkan rasa sakit dan gejala lainnya.
Disarankan agar veneer ditempatkan di bawah perawatan dokter gigi profesional untuk menghindari penundaan.