Apa saja pertimbangan diet untuk sindrom iritasi usus besar?

Pasien dengan sindrom iritasi usus besar memiliki lebih banyak tindakan pencegahan diet, dan mereka harus mempertahankan diet rendah lemak, mudah dicerna, dan tidak terlalu merangsang, sebagai berikut.
1. Rendah lemak: pola makan penderita sindrom iritasi usus besar harus rendah lemak, kurangi jumlah lemak dalam makanan, hindari makan daging berlemak, gorengan, dll., Kandungan lemak pada makanan tersebut relatif tinggi, mudah menambah beban pada saluran cerna.
2. Mudah dicerna: pasien dengan sindrom iritasi usus besar harus memastikan bahwa makanannya ringan dan mudah dicerna, untuk menghindari perut kembung setelah makan. Dianjurkan untuk makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, seperti pisang, kiwi, tomat, seledri, dan sebagainya.
3. Kurang rangsangan: Sindrom iritasi usus besar akan dipengaruhi oleh faktor makanan, cobalah untuk mengurangi makan makanan dingin dan pedas dalam jangka pendek.
Selain itu, pasien sindrom iritasi usus besar juga harus minum lebih banyak air dan memastikan bahwa protein dan elemen jejak tercukupi. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang diet, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.