Apa saja gejala refluks lambung?

Untuk mempertahankan tanda-tanda vital tubuh yang normal, lambung dan usus perlu menerima makanan dari luar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Jika ada masalah dengan fungsi gastrointestinal selama proses pencernaan makanan, maka hal ini dapat berdampak langsung pada kesehatan. Refluks lambung, misalnya, dapat memengaruhi fungsi pencernaan normal tubuh, yang pada gilirannya dapat berdampak negatif pada kesehatan. Dalam kondisi fisiologis normal, asam lambung disekresikan dalam jumlah tertentu dan berperan penting dalam mencerna makanan. Asam lambung yang normal bersifat asam dan berkisar antara 20 hingga 100ml saat perut kosong. Jika sekresi terlalu banyak, masalah refluks lambung akan mudah terjadi. Pada saat ini, pasien akan merasakan ketidaknyamanan pada perut, dan gejala spesifiknya adalah: 1. Gejala khas refluks lambung adalah refluks asam, mulas di belakang tulang dada, dan nyeri di belakang tulang dada. Gejala-gejala ini cenderung terjadi setelah makan kenyang atau saat tidur. Refluks lambung saat tidur dapat secara serius mempengaruhi istirahat pasien. 2. Refluks lambung ke saluran napas dan iritasi pada saluran trakeobronkial dapat menyebabkan reaksi inflamasi dan gejala terkait, seperti mengi, tersumbat, nyeri dada, sesak di dada, dan asma. 3. Refluks lambung ke tenggorokan, saluran napas, hidung, mulut dan organ lain di luar kerongkongan dapat menyebabkan gejala ekstra esofagus, seperti ketidaknyamanan faring, sensasi benda asing pada faring, faringitis, otitis media, sinusitis, rasa pahit pada mulut, kerusakan gigi, dll. 4. Penyakit yang disebabkan oleh refluks lambung dapat menyebabkan penyempitan esofagus dan jaringan parut pada esofagus, yang menyebabkan terhalangnya proses makan dan kesulitan menelan. Pasien yang menderita esofagitis yang parah dapat mengalami erosi mukosa dan pendarahan, tinja berwarna hitam, anemia, dll. Refluks lambung, yang juga dikenal sebagai refluks asam, adalah gejala yang muncul dengan sendirinya, dan memiliki perbedaan individual, dengan refluks asam yang lebih sering terjadi. Asam lambung dalam jumlah sedang dapat membantu pencernaan, tetapi jika terlalu banyak, asam lambung dapat melukai selaput lendir lambung dan usus dua belas jari, sehingga menyebabkan penyakit seperti tukak lambung atau tukak usus dua belas jari. Ada dua faktor utama yang berkontribusi terhadap refluks lambung: 1. Ada hubungan antara merokok dan refluks asam, dan semakin lama Anda merokok, semakin tinggi risiko terkena refluks asam. 2. Makan terlalu banyak garam juga merupakan pemicu refluks asam lambung.