Kehamilan biokimiawi adalah kehamilan di mana keberadaan kantung kehamilan tidak terdeteksi oleh USG, tetapi pasien hamil dan mengalami keguguran dengan tes biokimiawi. Jika HCG turun sangat lambat setelah kehamilan biokimia, ada tiga kemungkinan utama yang perlu dipertimbangkan. Pertama, ada kemungkinan bahwa pasien tidak mengalami kehamilan biokimia tetapi hanya memiliki kantung kehamilan yang tidak teraktivasi dengan baik pada kehamilan ektopik, yang mengakibatkan penurunan yang sangat lambat, suatu situasi yang memerlukan observasi lanjutan. Jika dipastikan bahwa kehamilan tersebut adalah kehamilan ektopik, maka perawatan konservatif atau pembedahan perlu dipilih tergantung pada situasinya. Kedua, penting untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya sisa rongga rahim. Pasien disarankan untuk kembali ke rumah sakit untuk menjalani USG ginekologi dan pemeriksaan hormon korionik darah (blood chorionic gonadotropin) sekitar 7-10 hari setelah aborsi. Ketiga, kemungkinan penyakit trofoblas harus dipertimbangkan. Dalam hal ini, HCG darah perlu terus dipantau untuk mengetahui perubahannya dan ada kemungkinan terjadi kenaikan HCG darah selama penurunan yang lambat.