Apa peran ADHD

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder, umumnya dikenal sebagai ADHD, adalah penyakit mental. Pasien memiliki gejala seperti defisit perhatian, hiperaktif, perilaku impulsif, kesulitan belajar dan defisit neurologis. 1. Defisit perhatian. Hal ini dimanifestasikan oleh kurangnya perhatian dan rentang perhatian yang pendek. 2. Hiperaktif. Anak tidak bisa diam di tempat duduknya dan memiliki tangan dan kaki yang aktif. Akan meninggalkan tempat duduknya tanpa izin dalam situasi yang tenang dan berlarian. Kesulitan untuk tetap tenang dan tetap sibuk sepanjang hari. 3. Perilaku impulsif. Menjawab pertanyaan sebelum guru selesai. Menyela orang lain ketika mereka sedang berbicara. Bertindak impulsif, tanpa memperhatikan konsekuensi, dan bertindak sesuai keinginan. 4. Kesulitan belajar. Karena konsentrasi yang buruk, anak tidak dapat mendengarkan dengan baik di kelas dan hanya menyelesaikan sedikit pekerjaan rumahnya. 5. Perkembangan neurologis yang buruk. Kemampuan motorik yang buruk dalam gerakan jari, memutar tangan, mengikat tali sepatu dan kancing, serta kesulitan membedakan arah kiri dan kanan. Gerakan terkoordinasi, motorik halus, dan indera posisi spasial pasien tidak berkembang dengan baik. Sejumlah kecil pasien juga mengalami keterlambatan perkembangan bahasa, kemampuan ekspresif yang buruk, dan kecerdasan yang lebih rendah daripada teman sebayanya. Patogenesis penyakit ini masih belum jelas, dan secara umum diyakini bahwa penyakit ini mungkin terkait dengan faktor genetik, perkembangan, sosial, dan lingkungan. Para orang tua disarankan untuk memperhatikan penyakit ini dan membawa anak-anak mereka ke dokter sesegera mungkin untuk mendapatkan perawatan yang tepat.