Bekas luka harus berupa bekas luka keloid, dan jaringan parut proliferatif di wajah dapat diobati dengan suntikan obat glukokortikoid intradermal atau dengan fototerapi.
Jika terdapat jaringan parut proliferatif di wajah, obat glukokortikoid seperti injeksi kotrimoksazol dapat disuntikkan secara lokal ke dalam lesi, yang dapat melembutkan bekas luka, menghambat proliferasi bekas luka, dan memperbaiki gejalanya. Operasi spesifik harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Selain suntikan lokal di dalam lesi kulit, metode perawatan fotolistrik, seperti laser fraksional dan perawatan frekuensi radio, juga dapat digunakan untuk membuat serat kolagen di dalam jaringan parut tersusun kembali, sehingga mendorong bekas luka mereda.
Metode yang tepat untuk menghilangkan bekas luka hiperplastik pada wajah bervariasi dari orang ke orang, sehingga disarankan untuk pergi ke rumah sakit profesional dan memilih metode yang sesuai di bawah bimbingan dokter.