Dapatkah kematian otak dihidupkan kembali?

Kematian otak mengacu pada penghentian seluruh fungsi otak yang tidak dapat dipulihkan, termasuk fungsi batang otak. Pusat pernapasan tubuh manusia terletak di batang otak, dan ketika kematian otak terjadi, fungsi pernapasan akan berhenti dan tidak ada perawatan medis yang dapat menyelamatkan nyawa pasien. Oleh karena itu, kriteria internasional untuk menentukan kematian otak adalah: koma dalam yang tidak dapat dipulihkan, tidak adanya pernapasan sukarela, hilangnya refleks batang otak, dan hilangnya aktivitas listrik di batang otak. Di Tiongkok, kematian masih ditentukan terutama oleh kematian jantung sebelum dokter menyatakan pasien meninggal dunia, tetapi pada kenyataannya jantung dapat terus berdetak tanpa kekurangan oksigen, dan pernapasan dapat dipertahankan dengan obat-obatan dan perangkat, serta melalui ventilator. Tetapi, begitu kematian otak terjadi, meskipun tanda-tanda vital dipertahankan oleh alat ini, pasien tidak akan membaik dan situasi ini sebenarnya merupakan pemborosan sumber daya medis.