Sering buang air besar terutama dianggap terkait dengan disfungsi saluran cerna, proktitis, dan onkologi.
1. Disfungsi saluran cerna: termasuk penyakit saluran cerna fungsional, yang terutama disebabkan oleh efek gabungan faktor psikologis, biologis dan sosial, dan dapat menyebabkan pasien merasa buang air besar tidak tuntas, sulit buang air besar, sering buang air besar dan gejala tidak nyaman lainnya.
2. Proktitis: dapat menyebabkan penyumbatan, kemerahan, pembengkakan dan erosi pada mukosa rektum, yang membuat tinja tampak seperti lendir, nanah dan darah, dan fenomena sering buang air besar.
3. Penyakit tumor: seperti kanker rektum, sel kanker menyerang mukosa rektum dan jaringan serta organ di sekitarnya, yang menstimulasi rektum, dan juga memicu gejala sering buang air besar.
Karena penyebab gejala-gejala di atas cukup rumit, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan mengikuti instruksi dokter untuk melakukan pengobatan yang sesuai.