Pelatihan rehabilitasi untuk ingatan cedera otak traumatis termasuk mengingat nama-nama benda, pengulangan berulang, metode penghapusan, dan pelatihan yang dikombinasikan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari.
1. Mengingat nama-nama benda: letakkan 5 benda yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari di depan pasien, biarkan pasien mengidentifikasinya dan mengingat namanya, kemudian singkirkan semua benda dan biarkan pasien mengingat benda apa saja yang ada di depannya tadi, ulangi proses ini beberapa kali, dan tingkatkan jumlah benda setelah berhasil.
2. Penceritaan ulang berulang: terapis membaca bagian teks pendek, dan kemudian pasien mengatakan konten utama, ulangi beberapa kali, dan kemudian ubah konten setelah berhasil. 3. Metode penghapusan: tulis beberapa huruf kapital dari alfabet bahasa Inggris di selembar kertas (angka atau grafik juga dapat dipilih sesuai dengan tingkat melek huruf pasien), dan biarkan pasien menggunakan pena untuk menghapus huruf yang ditentukan oleh pemeriksa. Setelah mengulangi proses ini beberapa kali, urutan huruf diubah, dan huruf yang ditentukan untuk dihapus diganti. 4. Latihan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari: tulis beberapa huruf kapital alfabet bahasa Inggris di selembar kertas (angka atau grafik juga dapat dipilih sesuai dengan tingkat melek huruf pasien), dan biarkan pasien menggunakan pena untuk menghapus huruf yang ditentukan oleh pemeriksa.
4. Berlatih dengan aktivitas kehidupan sehari-hari: berlatihlah dengan aktivitas kehidupan sehari-hari dan tambahkan kesenangan dengan tepat untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam aktivitas seperti mencuci muka, menyikat gigi, berpakaian, makan, seperti penempatan benda, urutan operasi, dan sebagainya.
Pasien yang mengalami kehilangan memori akibat cedera otak traumatis dianjurkan untuk menjalani rehabilitasi di bawah bimbingan dokter dan terapis untuk menghindari penundaan.