Dokter menentukan stadium tumor berdasarkan penilaian T, N dan M. Stadium 0: Karsinoma in situ (Tis, N0, M0). Stadium I: tumor terbatas pada kantong empedu dan belum menyebar ke area sekitarnya (T1, N0, M0). Stadium II: tumor menyerang jaringan kuku peri-muskular dan tidak menyerang bagian tubuh lainnya (T2, N0, M0). Stadium IIIA: Tumor menyerang jaringan ekstraseluler kandung empedu tetapi tidak menyerang arteri, vena, kelenjar getah bening, serta organ dan jaringan lain yang berdekatan. Stadium IIIB: Tumor dengan berbagai ukuran menyerang kelenjar getah bening di sekitarnya, tetapi tidak menyerang arteri atau vena di sekitarnya serta organ dan jaringan lain (T1, T2, T3; N1; M0); Stadium 4A: Tumor menyerang arteri, vena, atau kelenjar getah bening di sekitarnya, tetapi tidak menyerang organ dan jaringan lain (T4, N0 atau N1, M0). Stadium 4B: Tumor menyerang organ dan jaringan lain (T, N, M1) atau tumor memiliki invasi kelenjar getah bening jauh meskipun tidak ada invasi organ jauh (T, N2, M0). Kekambuhan: kemunculan kembali tumor setelah pengobatan kanker kandung empedu disebut kekambuhan. Jika kekambuhan terjadi, tumor perlu dipentaskan ulang (in-staging) sesuai dengan sistem yang dijelaskan di atas. Jika tumor kambuh, serangkaian tes diperlukan untuk menilai tingkat kekambuhan. Tes-tes ini serupa dengan yang digunakan untuk diagnosis pertama. Kanker kandung empedu dapat dibagi menjadi 4 stadium dan pengobatan kanker kandung empedu perlu bergantung pada stadiumnya. Oleh karena itu, sebelum pengobatan, pasien perlu menjalani pemeriksaan yang cermat untuk menentukan stadium dan kemudian membuat rencana pengobatan.