Mengapa Anda mendengkur saat tidur?

  Sebagian orang merasa bahwa volume dengkuran yang tinggi adalah bukti tidur malam yang nyenyak. Faktanya, mendengkur pada tingkat desibel yang terlalu tinggi merupakan penyakit yang dapat berdampak negatif pada kesehatan seseorang.  1. Orang dengan radang tenggorokan. Ketika terjadi peradangan di tenggorokan, mukosa tenggorokan memiliki gejala kemacetan. Ini adalah saat saluran tenggorokan menjadi sempit. Apabila aliran udara melewatinya, suara akan dihasilkan. Jika Anda biasanya tidak mendengkur, dan mendengkur terjadi setelah gejala-gejala yang dicurigai faringitis seperti tenggorokan gatal dan perasaan benda asing di tenggorokan, Anda mungkin menderita faringitis daripada peningkatan kualitas tidur.  2. Kegembiraan mental. Sebagian orang terlibat dalam aktivitas yang merangsang mental sebelum tidur, dan bahkan setelah tidur, saraf mereka masih dalam keadaan gembira. Sebagian populasi lainnya bekerja terlalu keras di siang hari, dan semangat serta otot mereka masih dalam keadaan tegang ketika mereka tidur.  3. Postur tidur. Ada yang tidur terlentang, ada pula yang telentang, kedua jenis postur tidur ini akan membuat jalan napas tidak cukup lancar. Setelah tidur miring, kemungkinan mendengkur akan berkurang.  Mendengkur yang berlebihan berarti jalan napas yang lebih sempit, yang mempengaruhi kualitas tidur seseorang, membuat seseorang lesu dan mengalami penurunan dalam belajar dan produktivitas. Kasus yang parah dapat memiliki apnea tidur obstruktif dan memerlukan polisomnografi lebih lanjut untuk memperjelas diagnosis.