Apa yang salah dengan EKG normal dan nyeri ulu hati?

EKG normal dan nyeri jantung mungkin merupakan fenomena fisiologis normal, atau mungkin disebabkan oleh iskemia miokard, refluks esofagitis, dan kostokondritis. Penyebabnya harus diklarifikasi pada waktunya. 1. Fenomena fisiologis: Jika pasien telah mengkonsumsi banyak alkohol, kegembiraan emosional dan terlalu banyak bekerja, detak jantung akan meningkat dan volume darah akan meningkat, yang akan mengarah pada manifestasi nyeri jantung. Umumnya, gejala akan berangsur-angsur berkurang setelah menghilangkan pemicunya. 2. Fenomena patologis: (1) Iskemia miokard: Iskemia miokard adalah keadaan patofisiologis yang disebabkan oleh stenosis arteri koroner, kejang arteri koroner, dan emboli arteri koroner, di mana arteri koroner tidak menyuplai darah dan oksigen yang cukup ke miokardium. Pasien iskemia miokard yang bergejala umumnya merasa tidak nyaman dan nyeri di bagian anterior jantung, yang juga dapat disertai mual dan muntah. Nitrogliserin, pil penyelamat jantung yang bekerja cepat, dan obat lain dapat diminum untuk pengobatan. (2) Esofagitis refluks: Esofagitis refluks adalah salah satu jenis penyakit refluks gastro-esofagus (GERD), yang mengacu pada kerusakan mukosa esofagus yang disebabkan oleh refluks asam atau alkali. Gejala utamanya meliputi refluks, nyeri ulu hati, nyeri dada dan nyeri epigastrium. Hal ini dapat diobati dengan terapi penekanan asam dan operasi anti refluks. (3) Costochondritis: Costochondritis mengacu pada reaksi inflamasi tulang rawan di persimpangan tulang dada dan tulang rusuk, yang terutama dimanifestasikan sebagai rasa sakit yang jelas di dinding dada anterior, yang dapat disertai dengan pembengkakan, dan merupakan penyakit klinis yang umum. Penyakit ini dapat diobati dengan obat-obatan seperti prokain atau lidokain. Penyakit lain seperti pneumotoraks, koarktasio aorta, emboli paru, dan lain-lain juga mungkin terjadi. Dianjurkan agar pasien dengan EKG normal tetapi mengalami nyeri jantung harus segera ke rumah sakit untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan dirawat di bawah bimbingan dokter.