Sefalosporin berbahaya bagi anak-anak jika mereka meminumnya terlalu banyak, yang dapat menyebabkan reaksi alergi, gangguan flora saluran cerna, hepatotoksisitas, kerusakan ginjal, dan sebagainya. 1. Reaksi alergi: Sefalosporin dapat menyebabkan ruam, urtikaria, asma, demam obat, reaksi seperti penyakit serum, dan edema neurovaskular, anafilaksis, dan sebagainya. 2. Disbiosis gastrointestinal: Sefalosporin dapat menyebabkan disbiosis gastrointestinal, memicu mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan gejala lainnya. 3. Kerusakan hati: terlalu banyak mengonsumsi Sefalosporin dapat menyebabkan kerusakan pada hati, yang mengakibatkan peningkatan transaminase, alkali fosfatase, dan bilirubin serum. 4. Kerusakan ginjal: terlalu banyak mengonsumsi Sefalosporin dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, yang mengakibatkan peningkatan nitrogen urea darah, nilai kreatinin darah, serta oliguria, proteinuria, dan sebagainya. Penggunaan obat harus dilakukan di bawah bimbingan dokter, jangan menambah atau mengurangi atau menghentikan penggunaan obat, agar tidak menunda kondisi atau menimbulkan reaksi yang merugikan. Jika seorang anak mengonsumsi terlalu banyak sefalosporin, dianjurkan untuk mencari perawatan medis.