Tindakan pencegahan untuk penggunaan obat nyeri kanker

Obat yang dijual bebas: seperti asetaminofen, aspirin, ibuprofen, dll. Obat resep: opioid lemah: seperti kodein. Opioid kuat: seperti fentanil, metadon, morfin, dll. Ketika dokter Anda meresepkan obat penghilang rasa sakit, penting untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak yang harus diminum, seberapa sering meminumnya, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bekerja. Juga disarankan untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada dokter Anda untuk memastikan bahwa Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang diharapkan: Apa saja efek samping dari obat pereda nyeri ini? Dapatkah saya meningkatkan dosis jika rasa sakit tidak kunjung hilang? Bolehkah saya menggunakan lebih dari dosis normal? Berapa lama obat pereda nyeri akan bertahan? Haruskah saya meminumnya sebelum atau sesudah makan? Apa yang harus saya lakukan jika saya lupa meminumnya? Obat apa lagi yang bisa saya konsumsi? Apakah obat ini membuat ketagihan? Bagaimana saya harus menyimpan obat ini? Apakah ada hal lain yang dapat saya lakukan jika tidak ada obat yang berhasil? Jika obat-obatan tidak memberikan hasil yang baik, dalam beberapa kasus, dokter dapat menyuntikkan obat ke dalam saraf untuk menghilangkan rasa sakit. Ini disebut blok saraf, dan penggunaannya tergantung pada kondisinya. Ada banyak perawatan non-medis lain yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri yang lebih baik. Relaksasi, pengalihan perhatian, atau pijatan juga dapat memberikan bantuan yang tepat, dan akupunktur, hipnosis, dll. dapat dicoba untuk hasil yang lebih baik. Selain itu, yoga, tai chi, dan metode lainnya dapat dipertimbangkan jika kesehatan Anda memungkinkan, dan ditemani oleh orang yang Anda cintai juga dapat membantu Anda melewatinya.