Skoliosis tidak bisa disalahkan pada tas buku dan kursi

Banyak teman saya yang telah menjadi orang tua menanyakan pertanyaan yang sama kepada saya: “Anak saya selalu duduk dengan posisi miring ke satu sisi, apakah mudah untuk merusak tulang belakang dan menjadi bungkuk? Ketika seorang anak memiliki masalah tulang belakang, orang tua pertama-tama akan berpikir bahwa tas sekolah anak yang berat atau postur duduk yang salah telah “menghancurkan” tulang belakang. Orang tua ini terlalu absolut dalam berpikir. Ada banyak alasan mengapa skoliosis terjadi pada anak-anak, dengan kasus idiopatik menjadi yang paling umum. Pada kenyataannya, 70-80% pasien skoliosis adalah skoliosis idiopatik, yang disebabkan oleh otot atau saraf, penyebab pastinya masih belum jelas. Oleh karena itu, tidak dapat dikatakan bahwa skoliosis disebabkan oleh tas sekolah yang berat atau postur tubuh yang tidak tepat. Ada juga beberapa kasus skoliosis postural, yang mungkin disebabkan oleh tali tas ransel yang tidak disesuaikan dengan benar dan tidak sama panjangnya, sehingga mengakibatkan tekanan yang tidak merata pada bahu, atau dengan memelintir tubuh untuk bermain komputer, atau dengan duduk dan menatap kaki, dan sebagainya. Kurangnya latihan fisik dan kelemahan otot juga merupakan salah satu penyebab deformasi tulang belakang. Karena laju pertumbuhan tulang pada masa remaja relatif cepat, dan perkembangan otot tidak dapat beradaptasi dengan laju pertumbuhan tubuh, seperti tidak memperhatikan latihan fisik yang komprehensif, maka mudah terjadi deformasi tulang belakang, sehingga dalam pengawasan belajar harian anak pada saat yang sama, tetapi juga mengajak anak keluar untuk ‘berkeliling’, mendaki gunung di akhir pekan, sepulang kerja bermain bulu tangkis sedikit, juga lumayan untuk semacam latihan fisik yang baik. Bermain bulu tangkis sepulang kerja juga merupakan latihan fisik yang baik. Meskipun penyebab skoliosis idiopatik tidak jelas, tetapi perlu memperhatikan postur tubuh saat berdiri dan duduk.