Limfoma memiliki hubungan genetik. Secara umum, pasien limfoma yang memiliki anggota keluarga dekat tingkat pertama memiliki risiko terkena limfoma dua hingga tiga kali lebih tinggi daripada populasi normal, tetapi tidak akan berkembang menjadi kanker melalui pewarisan langsung. Limfoma adalah tumor ganas yang berasal dari sistem limfohematopoietik, dan sebagian besar terkait dengan paparan bahan kimia, seperti paparan jangka panjang terhadap pestisida dan pewarna rambut, yang rentan menyebabkan limfoma. Penyakit autoimun seperti AIDS, artritis reumatoid, dan pola makan yang tidak teratur dalam jangka panjang, semuanya rentan menyebabkan limfoma. Limfoma sering kali berupa pembengkakan tanpa rasa sakit pada kelenjar getah bening superfisial sebagai gejala pertama, dan terjadi pada leher, selangkangan, dan bagian tubuh lainnya. Beberapa pasien tidak mengalami pembengkakan kelenjar getah bening superfisial yang jelas, dan mengalami gejala hipermetabolik sistemik, seperti demam, kekurusan, berkeringat di malam hari, dan kelelahan, dll. Oleh karena itu, mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan limfoma harus lebih waspada. Oleh karena itu, orang yang memiliki riwayat keluarga harus lebih memperhatikan pencegahan, memahami penyebab penyakit, dan melakukan deteksi dini dan pengobatan dini.