Cara mengetahui apakah Anda mengalami menstruasi atau pra-keguguran

Istilah “menstruasi” umumnya digunakan untuk merujuk pada periode menstruasi wanita. Aspek-aspek berikut ini dapat digunakan untuk menentukan apakah itu menstruasi atau pra-menstruasi: riwayat menopause, reaksi kehamilan, perdarahan vagina, tes laboratorium, dll.
1. Riwayat menopause: Wanita dengan siklus menstruasi yang normal biasanya memiliki waktu yang relatif teratur untuk menstruasi. Jika ada riwayat menopause yang berkepanjangan diikuti dengan perdarahan vagina, maka perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya preeklampsia.
2. Reaksi kehamilan: wanita yang biasanya tidak mengalami ketidaknyamanan yang jelas saat menstruasi harus waspada terhadap kemungkinan preeklampsia jika mengalami keterlambatan menstruasi disertai mual, muntah, kelelahan, mengantuk, dan ketidaknyamanan lainnya, serta perdarahan vagina.
3. Perdarahan vagina: darah menstruasi normal biasanya berwarna merah tua, dengan volume 20-60ml; perdarahan vagina pada abortus pramenstruasi biasanya berwarna merah muda, merah terang, atau cairan berwarna hitam kecoklatan, dan volume perdarahan biasanya lebih sedikit daripada volume menstruasi, sehingga dapat diidentifikasi pada awalnya.
4. Tes laboratorium: diagnosis akhir perlu dilakukan berdasarkan tes laboratorium, seperti human chorionic gonadotropin (HCG) darah, HCG urin, USG ginekologi, dan sebagainya.
Jika seorang wanita dicurigai mengalami keguguran dengan preeklampsia, ia harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, menyelesaikan pemeriksaan yang relevan, dan membuat diagnosis dan perawatan yang jelas di bawah bimbingan dokter profesional, sehingga tidak membahayakan kesehatannya.