Hipotiroidisme, atau hipotiroidisme, adalah patologi organik yang terjadi ketika fungsi normal kelenjar tiroid dipengaruhi oleh penyakit atau faktor lainnya. Gejala-gejala hipotiroidisme sangat banyak, termasuk pertumbuhan yang tertunda, ketidakpedulian, kulit kering, oedema berlendir, berat badan bertambah, penurunan libido, anemia dan rasa takut dingin. Pasien dengan hipotiroidisme memiliki gejala kulit yang lebih jelas, seperti oedema mukinosa, kulit yang menebal, kasar dan kering, serta berkurangnya aliran darah akibat penebalan dermis dan epidermis, sehingga kulit menjadi pucat dan dingin. Hipotiroidisme juga dikaitkan dengan kehilangan ingatan, keterbelakangan mental, tidak responsif, kecemasan, nistagmus, tuli, pusing dan sakit kepala. Hipotiroidisme juga memiliki dampak yang signifikan pada sistem pencernaan. Pasien mungkin mengalami berbagai gejala seperti anoreksia, kembung, konstipasi, dan kekurangan asam lambung. Karena kekurangan asam lambung memengaruhi pencernaan dan penyerapan, maka anemia dapat dengan mudah berkembang. Hipotiroidisme juga memiliki dampak yang signifikan pada sistem endokrin, menyebabkan gangguan endokrin, yang dapat menyebabkan menstruasi yang berlebihan, amenorea, dan infertilitas pada wanita, serta menyebabkan berbagai gejala seperti impotensi dan hilangnya libido pada pria.