Penyebab sindrom Tourette

Penyebab sindrom Tourette masih belum terlalu jelas, dan mungkin terkait dengan faktor genetik, kerusakan sistem saraf pusat dan perubahan patologis, faktor psikologis, faktor kekebalan tubuh dan obat-obatan. 1. Faktor genetik: sebagian besar ahli percaya bahwa penyakit ini bersifat poligenik, dan penelitian telah menemukan bahwa autosomal 13g31 mungkin merupakan gen kandidat penyebab penyakit ini. 2. Cedera sistem saraf pusat dan perubahan patologis: Hal ini dapat dikaitkan dengan komplikasi perinatal, seperti cedera lahir, asfiksia, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan trauma kepala. Ini mungkin terkait dengan pelepasan dopamin yang berlebihan atau hipersensitivitas reseptor D2 dopamin postsinaptik, hiperfungsi sistem noradrenergik pusat, peptida opioid endogen, 5-HT, dll. 3. Faktor psikologis: Berbagai faktor psikologis yang dihadapi oleh anak-anak di rumah, sekolah, dan di masyarakat, atau penyebab ketegangan dan kecemasan pada anak-anak dapat menginduksi atau memperparah gejala tic. 4. Kekebalan tubuh: Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa gangguan tic mungkin terkait dengan autoimunitas yang disebabkan oleh infeksi streptokokus beta-hemolitik. 5. Obat-obatan: Stimulan sentral dan antipsikotik tertentu juga dapat menyebabkan atau memperparah gangguan ini. Sindrom Tourette memiliki dampak yang lebih besar pada fungsi sosial dan kualitas hidup anak-anak dengan penyakit ini, dan dianjurkan untuk mengobatinya sedini mungkin untuk menghindari perburukan penyakit dan konsekuensi yang merugikan.