Obesitas adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh berbagai faktor, yang ditandai dengan penumpukan sel-sel lemak dalam tubuh, penimbunan lemak lokal yang berlebihan, dan penambahan berat badan.
Obesitas adalah penyakit endokrin yang disebabkan oleh gangguan metabolisme, BMI umumnya menunjukkan rasio berat badan (kg) dengan nilai kuadrat tinggi badan (m). Sebagai contoh, jika seseorang memiliki tinggi badan 1,75 meter dan berat badan 68 kg, maka BMI-nya = 68/(1,75*1,75) = 22,2 kg/m2.
BMI normal untuk orang dewasa Tionghoa adalah antara 18,5-23,9 kg/m2, jika kurang dari 18,5 kg/m2 berarti kekurangan berat badan, jika lebih besar atau sama dengan 24 kg/m2 berarti kelebihan berat badan, dan lebih besar atau sama dengan 28 kg/m2 berarti obesitas.
Obesitas itu sendiri dapat menimbulkan banyak penyakit metabolik terkait, seperti hipertensi, hiperlipidemia, perlemakan hati, diabetes melitus serta disfungsi seksual pada pria, dan sindrom ovarium polikistik pada pasien wanita, yang dapat menyebabkan munculnya kemandulan, sehingga obesitas telah menjadi isu global yang penting saat ini, jadi obesitas memang merupakan suatu penyakit.
Obesitas dan kelebihan berat badan dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular yang jauh lebih tinggi. Pengurangan berat badan dengan membatasi asupan kalori harian (1500-1800 kkal/hari untuk pria dan 1200-1500 kkal/hari untuk wanita) dan menjaga waktu aktivitas mingguan dapat mengurangi risiko kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup.
Pasien obesitas dapat berkonsultasi dengan Departemen Nutrisi dan Departemen Endokrinologi untuk merumuskan rencana diet seimbang dan rencana perawatan ilmiah di bawah bimbingan dokter.