Papilla anus adalah struktur anatomi fisiologis yang normal tanpa gejala ketidaknyamanan. Pasien dengan gejala seperti pembengkakan anus, buang air besar yang tidak tuntas, gatal dan nyeri, serta sekresi abnormal sebagian besar dianggap sebagai penyakit hipertrofi papilla anus. 1. Pembengkakan anus: papilla anus dipengaruhi oleh rangsangan tinja, sinusitis dan faktor lainnya, yang akan menyebabkan hiperplasia dan hipertrofi papilla anus, dan terjadi pembengkakan pada anus. 2. Buang air besar yang tidak memadai: pasien dengan hipertrofi papila anus disertai dengan kongesti, edema dan nyeri, yang selanjutnya merangsang otot sfingter anus, sehingga buang air besar tidak tuntas. 3. Gatal dan nyeri: papila anus yang berkembang biak berulang kali keluar dari anus saat buang air besar, sehingga menimbulkan rasa gatal dan nyeri yang nyata di daerah setempat. 4. Sekresi abnormal: Papila yang membesar keluar dari anus, mengakibatkan penutupan anus yang tidak sempurna, dan akan ada sejumlah kecil sekresi kental pada anus, disertai dengan rasa lembab pada anus. Dianjurkan agar pasien dengan ketidaknyamanan di atas segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan perawatan yang tepat.