Apa yang harus dilakukan jika Anda tidak mengalami menstruasi tetapi mengeluarkan cairan berwarna coklat selama menopause

Keputihan saat menopause dapat disebabkan oleh sindrom perimenopause, servisitis, dan penyakit lainnya. Sindrom perimenopause umumnya tidak memerlukan pengobatan, dan dapat diobati dengan perawatan umum dan pengobatan (seperti oestradiol valerat) bila terdapat gejala lain; servisitis yang disebabkan oleh gejala ini dapat diobati dengan pengobatan (seperti natrium ceftriaxone), pembedahan, dan sebagainya. 1. Sindrom perimenopause: Perubahan kadar hormon wanita akan menyebabkan penurunan aliran menstruasi, yang tidak dapat keluar dari vagina tepat waktu, dan sekresi coklat terbentuk melalui oksidasi. Wanita pada periode ini harus mempertahankan pola pikir yang optimis, memastikan tidur yang cukup dan menerapkan gaya hidup sehat. Jika gejala yang berhubungan dengan menopause dan atrofi saluran genitourinari serius, dapat diobati dengan obat-obatan seperti tablet oestradiol valerat dan nilestrol, atau paroxetine hidroklorida dapat digunakan untuk memperbaiki gejala hot flashes, dan vitamin D dan kalsitonin dapat dikonsumsi dalam jumlah sedang untuk mencegah osteoporosis sesuai dengan petunjuk dokter. 2. Servisitis: Penyakit ini dapat menyebabkan pendarahan setelah hubungan seksual, yang mengakibatkan keputihan berwarna coklat. Infeksi Neisseria gonorrhoeae akut sederhana dapat diobati dengan obat-obatan seperti natrium ceftriaxone; Infeksi Chlamydia trachomatis dapat diobati dengan obat-obatan seperti sefalosporin polisiklik dan azitromisin; infeksi virus herpes dapat diobati dengan asiklovir. Jika Anda mengalami keputihan berwarna coklat saat menopause, Anda harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mengetahui penyebab penyakit dan melakukan pengobatan yang sesuai. Penggunaan obat-obatan tertentu harus di bawah bimbingan dokter, jangan dikonsumsi sendiri.