Anak-anak terkadang mengeluarkan suara dengkuran yang lembut saat tidur, yang sering dianggap sebagai tanda tidur yang nyenyak. Oleh karena itu, mendengkur yang disebabkan oleh pembesaran kelenjar proliferatif pada anak-anak sering diabaikan oleh orang tua. Pembesaran kelenjar proliferatif pada anak-anak sebagian besar merupakan penyebab mendengkur bersama dengan pembesaran amandel, dan perhatian khusus harus diberikan pada adanya apnea dan, jika perlu, pemeriksaan kelenjar proliferatif di rumah sakit. Tes apa yang diperlukan untuk pembesaran kelenjar? Berikut ini adalah tes yang perlu dilakukan untuk hiperplasia kelenjar proliferatif: 1. Rhinoskopi anterior dilakukan setelah kontraksi yang cukup pada mukosa hidung, dan peninggian benjolan merah dapat terlihat pada nasofaring. 2. Pemeriksaan orofaringeal pada langit-langit keras yang tinggi dan sempit, sering kali disertai dengan pembesaran amandel. 3. Anak bernapas dengan mulut terbuka dan terkadang terlihat “wajah adenoid”. 4. Palpasi nasofaring dengan jari dan massa lunak dapat dirasakan di atap dan dinding posterior nasofaring. 5. Pengukuran film nasofaring lateral: ini mengukur tingkat obstruksi jalan napas nasofaring. Nasofaringoskopi serat optik menunjukkan jaringan limfatik berlobulasi dengan celah memanjang di dinding atas dan belakang nasofaring, menyerupai jeruk kecil yang sudah dikupas. 7 . Radiografi lateral nasofaring sinar-X dapat membantu untuk diagnosis. 8, CT: Gambar aksial CT dapat dilihat pada penyempitan deformasi rongga udara nasofaring, penebalan jaringan lunak dinding posterior, kepadatan seragam, mirip dengan otot panjang kepala, simetri sisi kiri dan kanan, tepi anterior halus atau bergelombang, menonjol ke dalam rongga udara, fosa faring dan lubang faring bulla faring samar-samar terlihat atau ditampilkan dengan buruk, berbagai tingkat penyumbatan pada lubang hidung posterior, celah parapharyngeal jelas, tidak ada kerusakan pada tulang yang berdekatan.