Epidermolisis herpetik bullosa yang didapat adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan lesi seperti lecet, jaringan parut, dan milia pada area kulit yang rentan terhadap gesekan. Diagnosis dapat dibantu dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, imunohistokimia, dan mikroskop elektron transmisi.
1. Riwayat medis: Epidermolisis bulosa herpes yang didapat mungkin memiliki riwayat lepuh berulang, ulserasi, dan gatal pada area kulit yang rentan terhadap gesekan, dan tidak ada riwayat keluarga dengan epidermolisis bulosa herpes.
2. Pemeriksaan fisik: Epidermolisis bulosa herpes yang didapat dapat muncul dengan lepuh, lecet, jaringan parut, dan milia pada area kulit yang rentan terhadap gesekan, yang dapat disertai dengan pengerasan kulit dan deskuamasi.
3. Imunohistokimia: antibodi terhadap kolagen tipe VII terdapat dalam serum, dan imunofluoresensi langsung menunjukkan bahwa IgG dan C3 disimpan di persimpangan epidermis-kulit secara linier.
4. Mikroskop elektron transmisi: Mikroskop imunoelektron menunjukkan bahwa IgG disimpan di bagian bawah lempeng padat atau di area di bawahnya.
Pasien dengan Acquired Epidermolysis Bullosa harus segera mencari pertolongan medis, meningkatkan tes yang relevan, dan menstandarisasi pengobatan di bawah bimbingan dokter.