Makan sehat selalu menjadi tujuan kami, dan hanya kebiasaan makan sehat yang lebih baik untuk kesehatan. Beberapa orang mengatakan bahwa diet sehat berarti diet yang ringan, tetapi ini sebenarnya sangat parsial. Diet yang seimbang sangat penting untuk berfungsinya tubuh. Pola makan mono-vegetarian juga tidak baik untuk kesehatan. Tidak jarang orang yang telah melakukan diet ringan justru kolesterolnya “meledak”, yang membuat Anda bertanya-tanya! Mengapa demikian? 1. Sumber kolesterol dalam tubuh manusia sebagian besar berasal dari sintesis internal dan asupan makanan, di mana 70-80% disintesis oleh hati, sedangkan jeroan hewan, kuning telur, krim, dan daging hanya menyumbang 10-20% kolesterol dalam makanan. Dengan kata lain, 80% kolesterol dalam darah tidak ada hubungannya dengan apa yang dimakan, tetapi disintesis oleh tubuh sendiri. Kolesterol endogen 99% disekresikan oleh hati dan menyumbang sebagian besar kolesterol total, sekitar 70-80%, sedangkan kolesterol eksogen diperoleh dari makanan luar dan hanya menyumbang 20-30% dari total kolesterol, dan kolesterol eksogen menurun dengan meningkatnya asupan. 3. Keturunan dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi. Ada penyakit yang disebut kolesterolemia familial, di mana kolesterol dalam darah sangat tinggi sepanjang hidup, dan pada usia yang sangat muda, karena kolesterol yang tinggi, hal ini menyebabkan aterosklerosis yang serius dan bahkan serangan jantung atau kematian mendadak. 4. Obesitas dan kolesterol tinggi dapat terjadi jika Anda jarang berolahraga, meskipun Anda makan makanan yang ringan, tetapi karena Anda makan lebih banyak dan mengkonsumsi lebih sedikit. 5. Kolesterol dimetabolisme pada malam hari, jika orang yang sering begadang atau sering bekerja shift malam rentan terkena kolesterol tinggi. 6. Obat-obatan tertentu. Obat-obatan tertentu dapat meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar HDL (kolesterol baik), seperti diuretik, beta-blocker, estrogen, dan adrenokortikosteroid. Oleh karena itu, tinggi atau rendahnya kolesterol seseorang tidak hanya ditentukan oleh pola makan, tetapi juga oleh kombinasi dari kebugaran tubuh secara keseluruhan, DNA, kesehatan hati, pola makan yang biasa dilakukan, dan olahraga. Untuk ke depannya, Anda harus makan makanan yang seimbang. Anda bisa makan daging, sebaiknya ikan, diikuti dengan ayam. Cobalah makan makanan pokok yang lebih kasar dan kurangi biji-bijian. Tidak benar bahwa makan makanan yang lebih ringan tidak menjadi masalah.