Anti-inflamasi adalah istilah yang digunakan dalam pengobatan modern. Herbal yang telah ditemukan memiliki efek antiinflamasi melalui penelitian farmakologi termasuk Andrographis paniculata, forsythia, dan honeysuckle.
1. Andrographis paniculata: bersifat dingin, rasanya pahit, dapat masuk ke jantung, kandung kemih, usus besar, meridian paru-paru. Memiliki khasiat membersihkan panas dan detoksifikasi, mendinginkan darah dan mengurangi pembengkakan. Farmakope Republik Rakyat Tiongkok menunjukkan bahwa Andrographis paniculata memiliki berbagai lakton yang dapat meningkatkan kemampuan fagositosis leukosit, dan memiliki sitokin anti-inflamasi, yang dapat mencapai tujuan anti-inflamasi.
2. Andrographis paniculata: Sifatnya agak dingin, rasanya pahit, bisa masuk ke usus halus, jantung dan meridian paru-paru. Ini memiliki khasiat membersihkan panas dan detoksifikasi, menundukkan pembengkakan dan menyebarkan simpul. Farmakope Republik Rakyat Tiongkok menunjukkan bahwa ekstrak metanol forsythia memiliki efek anti-inflamasi, sehingga rebusan airnya memiliki efek antibakteri spektrum luas, yang dapat mencapai tujuan anti-inflamasi.
3. Honeysuckle: sifatnya dingin, rasanya manis, bisa masuk ke perut, jantung dan paru-paru. Ini memiliki khasiat membersihkan panas dan detoksifikasi, dan mengevakuasi panas angin. Farmakope Republik Rakyat Tiongkok menyatakan bahwa senyawa asam klorogenat yang dikandungnya memiliki efek antibakteri tertentu dan dapat mencapai tujuan anti-inflamasi.
Jika Anda memiliki gejala, Anda harus minum obat di bawah bimbingan seorang profesional medis, jangan minum obat secara membabi buta sendiri, untuk menghindari penundaan kondisi atau menghasilkan reaksi yang merugikan.