Biji wijen yang dimasak tidak dapat menghilangkan kembung pada lambung, karena mengandung lebih banyak minyak dan lemak, dan konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan perut kembung, mual, refluks asam lambung, bersendawa (bersendawa), dan gejala gangguan pencernaan lainnya. Secara umum, stimulan lambung seperti domperidone dan penekan asam seperti omeprazole digunakan untuk meredakan dan mengobati distensi lambung. 1. Perangsang lambung: (1) Domperidone: merupakan antagonis reseptor dopamin perifer, yang dapat meningkatkan motilitas saluran cerna bagian atas, dan cocok untuk mengatasi refluks asam lambung, distensi lambung, mual, dan gejala gangguan pencernaan lainnya. Gunakan dengan hati-hati pada wanita hamil dan menyusui, anak-anak, dan orang tua. (2) Itopride: dengan antagonisme reseptor dopamin D₂ dan aktivitas penghambatan asetilkolinesterase, dapat meningkatkan motilitas gastrointestinal, dan cocok untuk gejala dispepsia akibat perlambatan motilitas gastrointestinal, termasuk rasa kenyang di daerah epigastrium, nyeri epigastrium, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan sebagainya. 2. Penghambat asam: termasuk penghambat reseptor H₂ seperti ranitidin dan simetidin serta penghambat pompa proton seperti omeprazole, pantoprazole dan esomeprazole, yang secara efektif dapat menghambat sekresi asam lambung, sehingga dapat meredakan gejala sakit perut, mual, muntah dan perut kembung yang disebabkan oleh sekresi asam lambung yang berlebihan. Pasien dengan perut kembung harus segera mencari pertolongan medis untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan pengobatan yang tepat. Selain itu, semua obat di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter dan tidak boleh digunakan tanpa izin.