Tahukah Anda penyebab muntah pada anak?

  Apabila muntah terjadi pada bayi yang lincah, para ibu dan ayah akan terburu-buru. Faktanya, muntah adalah salah satu gejala yang paling umum terjadi pada anak-anak, seperti halnya karya dramawan terkenal Shakespeare, As You Like It, yang menggambarkan “bayi yang membungkuk di pelukan ibunya sambil muntah”. Muntah adalah hal yang umum terjadi pada anak-anak karena karakteristik fisiologis dan anatomisnya. Ketika bayi lahir, perut mereka melintang dan mudah dilipat, dan sfingter mereka belum berkembang, sehingga muntah dapat dengan mudah terjadi. Muntah juga merupakan barometer fungsi pencernaan anak. Untuk memastikan pertumbuhan bayi yang sehat, orang tua harus mengetahui karakteristik dan prinsip-prinsip pengobatan beberapa muntah yang umum terjadi pada anak-anak.  Pertama, perhatikan warna muntahan. Isi dari muntah fisiologis sebagian besar adalah susu dan gumpalan susu, yang umumnya dikenal sebagai “gumoh”. Hal ini ditandai dengan fakta bahwa muntah terjadi lebih sering setelah menyusui, terutama dalam posisi berbaring, dan berkurang secara signifikan setelah berganti ke posisi menggendong. Muntah seperti ini akan berkurang secara bertahap seiring dengan perkembangan bayi dan penambahan makanan pendamping ASI. Dalam hal ini, jangan memberi makan terlalu cepat dan terlalu banyak, ambil posisi setengah miring atau letakkan sudut tempat tidur tinggi saat menyusui, gendong bayi setelah menyusu dan tepuk-tepuk punggungnya, biarkan si kecil bersendawa, hal ini dapat mengurangi terjadinya muntah. Nantinya, dengan penambahan jumlah MPASI yang tepat dan pengentalan ASI, gumoh bisa berangsur-angsur hilang. Jika bayi Anda memuntahkan cairan encer berwarna kuning kehijauan, yang merupakan warna empedu dan oleh karena itu disebut muntah empedu, itu berarti ada penyumbatan di saluran usus, yang disebabkan oleh refluks isi usus, yang merupakan tanda bahaya penyumbatan usus, dan tidak boleh dianggap enteng. Jika rumah Anda terpencil dan sulit untuk mencapai rumah sakit, jangan berikan bayi Anda makanan atau air lagi selama perjalanan karena hal ini dapat memperparah obstruksi usus. Jika muntahan berwarna merah atau berwarna seperti kopi, ini menandakan adanya pendarahan pada saluran pencernaan. Muntah darah adalah salah satu kegawatdaruratan pediatrik yang paling serius dan terkadang dapat menyebabkan syok, yang harus segera ditangani.  Selanjutnya, perhatikan cara muntah dan gejala yang menyertainya. Jika bayi muntah dengan mudah setelah menyusu, dengan muntahan yang tumpah dari sudut mulut, ini sebagian besar merupakan tanda refluks gastro-esofagus fisiologis, dan anak masih memiliki nafsu makan yang kuat untuk makan setelah muntah, dan tidak akan terpengaruh oleh muntah sebagai akibat dari nutrisi dan perkembangan. Jika muntahnya seperti pancaran air dan muntahannya memercik kuat ke tempat tidur atau bahkan ke lantai, hal ini menunjukkan adanya obstruksi lambung distal (pilorus), seperti stenosis pilorus hipertrofi kongenital, yang dapat dilihat sebelum muntah dengan perut bagian atas yang membuncit dan gelombang peristaltik dari kiri ke kanan, dan dalam kasus seperti itu, orang tua harus membawa anak ke rumah sakit tepat waktu untuk pemeriksaan. Jika muntah disertai dengan demam, kurangnya asupan susu dan tangisan melengking, ini sering kali merupakan tanda infeksi intrakranial dan perlu segera dibawa ke rumah sakit, jika tidak, hal ini dapat mengancam jiwa.  Orang tua juga harus menyadari waktu muntah dan hubungan antara muntah dan buang air besar. Muntah akan berkurang secara bertahap setelah satu bulan dan tinja bayi akan menjadi normal. Jika sering muntah terjadi pada hari pertama kehidupan, sebagian besar disebabkan oleh kelainan pencernaan bawaan seperti atresia usus dan atresia anus. Muntah pada anak yang mengalami diare sebagian besar disebabkan oleh peradangan pada saluran pencernaan, yang menunjukkan bahwa muntah juga merupakan fungsi pertahanan tubuh, yang dapat mengeluarkan racun dari usus sesegera mungkin untuk mengurangi reaksi toksik sistemik. Oleh karena itu, kebersihan makanan bayi juga merupakan elemen penting yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua, terutama di musim panas, ketika desinfeksi dan kebersihan peralatan makan merupakan syarat penting untuk pertumbuhan bayi yang sehat.  Komplikasi yang paling umum dari muntah pada anak adalah aspirasi, yaitu kembalinya muntahan ke dalam trakea, menyebabkan asfiksia atau bahkan kematian mendadak. Orang tua tidak perlu panik saat menangani muntah pada anak, tetapi pertama-tama keluarkan muntahan dari mulut anak dengan cepat. Pada saat yang sama, hentikan pemberian susu dan air dan amati sifat muntahan dan adanya gejala-gejala di atas sehingga tindakan yang tepat dapat diambil.  Singkatnya, muntah adalah barometer fungsi pencernaan anak. Melalui pengamatan yang cermat dan analisis ilmiah, kita dapat memahami kondisi fungsi pencernaan anak dan mengidentifikasi masalah serta mengobatinya sedini mungkin agar bayi Anda dapat berkembang secara normal dan tumbuh dengan sehat.