Cara menambahkan makanan pendamping ASI untuk bayi berusia 4 hingga 6 bulan

  I. Asupan Nutrisi Harian dan Jadwal Makan Harian
  Lanjutkan pemberian ASI atau susu formula dan mulailah menambahkan makanan pendamping ASI secara bertahap. Semua makanan pendamping ASI harus diberikan dengan sendok kecil, agar bayi dapat belajar dan terbiasa menggunakan sendok dan melatih fungsi mengunyah dan menelan.
  Penambahan makanan pendamping
  1.Prinsip, urutan dan frekuensi penambahan makanan tambahan
  (1) Prinsip.
  (1) Mulailah dengan tepung beras yang diperkaya zat besi, dari satu jenis hingga banyak jenis; setiap kali varietas baru diperkenalkan 3-5 hari kemudian, kemudian tambahkan yang lain;
  (2) Jumlahnya dimulai dari yang sedikit ke yang banyak;
  ③Teksturnya dimulai dari yang encer ke yang kental, secara bertahap tingkatkan ketebalan MPASI untuk melatih kemampuan mengunyah dan menelan;
  ④Bersikeras untuk memberi makan dengan sendok kecil, dan setiap pemberian makanan tidak boleh lebih dari 30 menit;
  ⑤ Makanlah saat lapar dan dalam suasana hati yang gembira.
  (2) Urutan: Tepung beras yang diperkaya zat besi terlebih dahulu, diikuti dengan bubur sayur dan buah, kemudian ikan, hati, dan produk kedelai, dan terakhir daging babi, daging sapi, daging domba, daging ayam, dan daging bebek.
  (3) Frekuensi: 1 kali sehari;
  2 . Produksi makanan bubur rumah tangga yang umum
  Tepung beras bernutrisi: campurkan tepung beras dan air hangat dengan perbandingan 1:4 untuk membentuk pasta.
  Haluskan kuning telur: rebus telur, keluarkan kuning telur, tekan menjadi pasta dengan sendok dan tambahkan sedikit air mendidih atau susu untuk membuat pasta.
  Haluskan apel, haluskan pisang: kikis haluskan dengan sendok.
  Haluskan ikan: kukus ikan, buang tulangnya, dan haluskan ikan menjadi bubur dengan sendok.
  3.Masalah umum dan penanggulangan dalam proses penambahan makanan pendamping ASI
  (1) Tidak makan atau pilih-pilih makanan: Dianjurkan untuk memberi makan makanan pendamping ASI ketika anak sehat, bahagia dan lapar, dan bersikeras untuk makan dengan sendok kecil. Ketika menambahkan makanan pendamping ASI baru, bersikeraslah untuk memberikannya dan biarkan anak Anda mencobanya lagi dan lagi untuk membiasakannya dengan proses tersebut, tetapi jangan memaksanya makan.
  (2) Mual dan muntah: Harus ada proses bertahap untuk meningkatkan tekstur makanan. Pada saat yang sama, bersikeras untuk memberi makan setiap hari sehingga anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk gerakan mulut untuk secara bertahap belajar menelan, mengunyah, dan mengaduk; beri makan dengan sendok semua makanan pendamping ASI, dan pada awalnya, gunakan sendok untuk memasukkan makanan ke bagian tengah dan belakang lidah bayi sebanyak mungkin untuk mencegah bayi memuntahkan makanan dengan refleks meregangkan lidah.
  Penyebab umum berkurangnya asupan ASI dan penanggulangannya
  1. Penyebab umum.
  (1) Terlalu sedikit bergerak;
  (2) Terlalu sering diberi air putih;
  (3) Penurunan laju pertumbuhan dan asupan ASI alami;
  (4) Pemberian makanan tambahan yang berlebihan.
  2. Penanggulangan.
  (1) Meningkatkan jumlah latihan, termasuk mengurangi waktu berpelukan, 1 kali latihan sentuhan dan 2 kali latihan pasif per hari;
  (2) Hentikan pemberian air putih, pada kenyataannya, bayi yang diberi ASI eksklusif atau susu formula, tidak perlu sering-sering diberi air putih;
  (3) Bersikeras untuk menyusui secara teratur, 20-30 menit setiap kali menyusui, tanpa memaksa bayi untuk meminum semua susu di dalam botol.
  (4) Mengontrol jumlah makanan pendamping ASI yang diberikan, dengan memberikan makanan pendamping ASI satu kali sehari selama 4 sampai 6 bulan;