Informasi umum tentang penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual (PMS) tidak hanya lazim tetapi juga sangat menular, dengan kutil, sifilis, gonore, dan uretritis non-gonokokal, serta AIDS sebagai kondisi klinis yang paling umum. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadiannya terus meningkat, dan situasinya tersebar luas baik di negara maju maupun negara berkembang. Hal ini mengancam kesehatan masyarakat dan pembangunan peradaban spiritual, dan merupakan masalah kesehatan dan keselamatan sosial dan publik yang dihadapi oleh seluruh dunia. Mengetahui prevalensi penyakit menular seksual di antara orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual di suatu wilayah dapat mencerminkan prevalensi penyakit menular seksual di wilayah tersebut dari satu aspek, dan memberikan informasi epidemiologi bagi institusi medis dan badan pengambil keputusan untuk merumuskan tindakan penanggulangan penyakit menular seksual. Orang yang berisiko tinggi terkena PMS mengacu pada industri khusus dan kelompok orang yang rentan terhadap infeksi dan penularan PMS. Menurut Tindakan Administratif untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Seksual, karyawan industri khusus seperti pengemudi, hotel, salon rambut, dan panti pijat termasuk dalam target pemantauan. Kita harus memperkuat pendidikan kesehatan seksual dan pemeriksaan kesehatan seksual untuk kelompok orang tertentu, dengan tegas menghilangkan dan mencegah perilaku seksual yang tidak bersih, memperkuat publisitas dan pendidikan terkait, dan mencapai kombinasi pencegahan dan pengobatan, untuk secara efektif mencegah penyebaran PMS.