Jika hubungan seks terlalu sering dilakukan, maka dapat dengan mudah menyebabkan kelelahan, depresi mental, atau kerusakan pada mukosa serviks dan mukosa vagina karena terlalu banyak berhubungan seks, sehingga memungkinkan bakteri patogen menyerang dan menyebabkan peradangan kronis pada serviks atau vagina. Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan perhatian khusus pada kebersihan sebelum dan sesudah berhubungan seks, dan untuk mengambil tindakan kontrasepsi jika tidak ada kehamilan yang direncanakan, agar tidak menyebabkan kehamilan yang memerlukan aborsi atau aborsi medis untuk mengakhiri kehamilan. Frekuensi hubungan seksual sangat bervariasi karena energi dan kesehatan setiap orang berbeda-beda dalam kehidupan sehari-hari. Jika Anda tidak merasa lelah, hubungan seks tidak berbahaya selama Anda memperhatikan kebersihan dan menghindari hubungan seks yang kasar.