Pelet tinja jangka panjang sering dianggap sebagai gangguan gastrointestinal dan polip usus. Sebagian pasien kanker usus mungkin juga mengalami gejala-gejala ini, jadi diperlukan analisis spesifik. Tinja jangka panjang biasanya disebabkan oleh kekurangan air dalam tubuh dan reabsorpsi air dalam tinja melalui usus besar, yang pada gilirannya menyebabkan tinja kering dan keras, sehingga menghasilkan kondisi berbutir. Kanker usus sering ditandai dengan perubahan sifat dan frekuensi tinja, seperti tinja yang tiba-tiba menipis untuk jangka waktu tertentu, peningkatan frekuensi tinja, atau adanya darah dalam tinja selama pembuangan. Selain itu, pasien harus memastikan kebiasaan hidup yang baik, pola makan teratur dan menghindari makan makanan pedas dan berminyak, terutama makanan yang tidak higienis, untuk membantu mengurangi terjadinya kanker usus.