Beberapa tahun yang lalu, ada sebuah pengumuman di depan rumah saya yang masih saya ingat dengan jelas. Pengumuman itu berbunyi, “Anak saya menderita autisme, dan anjing pudel kesayangannya yang sering ia habiskan bersama telah hilang. Sekarang anak saya sangat mudah marah dan harus memiliki anjing tersebut, jadi jika ada orang yang mengambilnya, saya ingin menukarnya dengan anjing pudel yang sama dan mengirimkan uang sebesar$5.000.” Sindrom Asperger adalah salah satu gangguan spektrum autisme yang tidak biasa. Anak-anak dengan Sindrom Asperger juga menyukai hewan dan sangat suka bermain dengan mereka, sebagian karena minat mereka yang unik, dan sebagian lagi karena bergaul dengan hewan tidak terlalu membuat stres dan rumit dibandingkan dengan bergaul dengan manusia. Hewan memiliki persyaratan yang sederhana, memenuhi kebutuhan fisik mereka sudah cukup, mereka akan mencintai tuannya tanpa syarat dan mempercayai mereka, yang membuat anak-anak dengan sindrom Asperger merasa bebas, santai, dan memiliki rasa identitas, dan jauh lebih mudah untuk bergaul dengan orang lain. Selain itu, berada di sekitar anak-anak dengan Sindrom Asperger yang tidak berperasaan, tidak agresif, yang benar-benar mencintai hewan, dan yang sabar, hewan-hewan tersebut juga merasa nyaman. Ada seorang gadis dengan Sindrom Asperger yang akan menjadi senior semester depan dan telah mengunjungi klinik saya selama lebih dari 1 tahun untuk masalah emosional. Dia sering tidak masuk kelas tanpa alasan, guru dan teman sekelasnya biasanya dapat menemukannya dengan mudah, dan dia pasti memberi makan dan bermain dengan kucing di suatu tempat di dalam atau di dekat sekolah, dan pada dasarnya dia menghabiskan uang jajannya setiap bulan untuk makanan kucing. Saya sering tertawa bahwa dia pasti peri kucing, kucing agak mirip dengan anjing dengan Sindrom Asperger, kucing memiliki ketertarikan alami pada anak-anak dengan Sindrom Asperger. Tentu saja, tidak semua anak Asperger seperti ini, misalnya, ada yang kecanduan game online atau minat khusus lainnya. Fenomena-fenomena ini, pada gilirannya, mengingatkan kita bahwa jika seorang anak, atau bahkan orang dewasa, yang tidak suka bermain dengan teman-temannya, atau yang mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan, tetapi menyukai binatang dan senang bermain dengan mereka, mungkinkah ia menderita Asperger? Tentu saja, biasanya tidak, tetapi jika ada kemungkinan seperti itu, penting untuk mencari tanda-tanda lain dari Sindrom Asperger. Sindrom Asperger adalah kondisi yang relatif berbahaya. Deteksi dini, diagnosis, dan intervensi sangat penting bagi pasien dan keluarganya.