Anemia pada ibu hamil menimbulkan risiko tertentu dalam persalinan, terutama pada ibu hamil itu sendiri dan pada janin, dengan kemungkinan menyebabkan syok hemoragik pada ibu hamil dan gawat janin.
Anemia dapat menyebabkan beberapa bahaya bagi ibu dan anak pada semua tahap kehamilan. Efeknya terhadap ibu hamil meliputi: anemia ringan atau sedang sekalipun tidak dapat ditoleransi dengan baik selama persalinan, pembedahan, dan anestesi. Sebaliknya, anemia yang parah dapat menyebabkan penyakit jantung anemia karena kurangnya oksigen ke otot jantung.
Pada saat yang sama, anemia mengurangi toleransi terhadap kehilangan darah dan merupakan predisposisi syok hemoragik. Anemia juga menurunkan daya tahan tubuh ibu dan membuatnya rentan terhadap infeksi nifas.
Ketika seorang wanita hamil mengalami anemia sedang atau berat, pasokan oksigen dan nutrisi melalui plasenta sering tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin, yang dapat dengan mudah menyebabkan hambatan pertumbuhan janin, gawat janin, persalinan prematur, atau kelahiran mati.
Oleh karena itu, selama kehamilan, ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, dan jika ditemukan anemia, maka harus segera diatasi agar tidak membahayakan diri sendiri dan bayinya.