1. Apakah pengolahan daging berhubungan dengan kanker? Sejumlah besar data epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan lambung, yang mungkin sebagian disebabkan oleh penambahan nitrit. Asupan daging olahan harus diminimalkan dan pengasapan atau pengawetan produk daging yang diawetkan harus dihindari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menggoreng, memanggang, atau memanggang daging pada suhu tinggi dapat menghasilkan bahan kimia (hidrokarbon aromatik polisiklik atau amina aromatik heterosiklik) yang dapat meningkatkan risiko kanker. 2 . Apakah diet rendah lemak dapat mengurangi risiko kanker? Penelitian pada hewan telah menemukan bahwa diet berkualitas tinggi dapat menyebabkan perkembangan banyak jenis kanker, tetapi bukti secara keseluruhan tidak mendukung korelasi antara asupan lemak dan risiko kanker. 3 . Apakah kunyit dan perasa lainnya mengurangi risiko kanker? Studi yang mengevaluasi kunyit untuk penekanan tumor sedang berlangsung, dan ada penelitian yang menunjukkan potensi efek anti-kanker dari capsaicin (cabai merah), jintan, dan kari. Studi tentang efek jangka panjang pada manusia masih kurang. 4. Apakah gula meningkatkan risiko kanker? Asupan yang besar secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko kanker dengan meningkatkan obesitas. 5. Apakah makan ikan dapat mencegah kanker? Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 yang diperkaya ikan dapat menghambat pembentukan tumor atau menghambat perkembangan tumor, tetapi hanya ada sedikit bukti manfaatnya pada manusia. Disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis ikan untuk mengurangi kemungkinan terpapar terlalu banyak zat berbahaya. 6. Apakah makanan organik lebih efektif dalam mengurangi risiko kanker? Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa makanan organik lebih efektif daripada makanan yang ditanam dengan metode pertanian lain dalam mengurangi risiko kanker atau manfaat kesehatan lainnya. 7. Apakah bawang putih dapat mencegah kanker? Hanya ada sedikit bukti tentang pencegahan kanker dari komponen tanaman bawang. 8 . Apakah minyak zaitun mempengaruhi risiko kanker? Minyak zaitun dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, tetapi tidak dengan peningkatan risiko kanker, dan perannya dalam risiko kanker cenderung netral. 9. Apakah sayuran dan buah-buahan dapat mencegah kanker? Asupan sayuran dan buah-buahan dapat mengurangi kejadian kanker termasuk kanker paru-paru, mulut, faring, kerongkongan, lambung dan usus besar. Memanaskan dengan microwave dan mengukus adalah metode memasak terbaik untuk mempertahankan nilai gizi sayuran, dan sayuran juga dapat dimakan mentah (misalnya dalam salad). Disarankan untuk makan berbagai macam sayuran dan menggunakan metode memasak yang berbeda. 10. Apakah makanan hasil rekayasa genetika aman? Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa makanan hasil rekayasa genetika (GM) yang tersedia di pasar atau bahan-bahan di dalamnya berdampak pada risiko kanker, tetapi dampak kesehatan jangka panjangnya belum diketahui karena waktu yang relatif singkat dalam pasokan makanan. 11. Apakah diet tinggi garam meningkatkan risiko kanker? Terdapat bukti yang meyakinkan bahwa makanan yang diawetkan dengan garam meningkatkan risiko kanker perut, nasofaring, dan laring. Kadar garam dalam makanan yang dimasak atau dibumbui tidak meningkatkan risiko kanker. 12. Apakah makanan yang diiradiasi dapat menyebabkan kanker? Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa paparan terhadap makanan berkontribusi terhadap kanker atau merugikan kesehatan. 13. Apakah produk kedelai mengurangi risiko kanker? Bukti epidemiologis menunjukkan bahwa asupan produk kedelai konvensional seperti tahu mengurangi risiko kanker payudara, prostat, atau endometrium, tetapi tidak jelas apakah temuan observasi ini berlaku untuk makanan yang mengandung isolat kedelai atau protein nabati struktural yang berasal dari kedelai.