Apakah bunyi usus yang tak henti-hentinya merupakan kanker usus stadium awal atau stadium lanjut?

Bunyi usus tanpa henti cenderung tidak berhubungan dengan kanker usus dan oleh karena itu tidak ada istilah stadium awal atau stadium akhir. Berbagai faktor dapat menyebabkan bunyi usus yang hiperaktif. Misalnya, berbagai jenis radang usus, disentri basiler, obstruksi usus, keracunan makanan, sindrom iritasi usus besar, perdarahan saluran cerna, dan terpapar udara dingin. Hal ini dapat diobati dengan pengobatan yang tepat. Bunyi usus yang konstan juga dapat terjadi saat lapar. Kanker usus stadium awal biasanya tidak memiliki tanda dan gejala klinis yang jelas seperti peningkatan frekuensi buang air besar, penipisan, sakit perut, diare dan dispepsia, yang biasanya tidak berhubungan dengan tinitus, sedangkan kanker usus stadium lanjut dapat memiliki gejala seperti lendir atau darah pada tinja, kelelahan, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan sebagainya, yang biasanya tidak disebabkan oleh fenomena tinitus yang tak kunjung berhenti. Bagi orang yang memiliki faktor risiko tinggi terkena kanker usus, seperti riwayat polip usus, riwayat keluarga, dan lain-lain, sebaiknya melakukan pemeriksaan usus secara teratur untuk mendeteksi kanker usus sedini mungkin sehingga dapat mendapatkan penanganan yang tepat waktu.