Hipertiroidisme mengacu pada kelenjar tiroid yang terlalu aktif, yang biasanya muncul dengan gejala pembesaran kelenjar tiroid. Pada hipertiroidisme, kelenjar tiroid berada dalam keadaan hiperfungsional, memproduksi dan melepaskan hormon tiroid dalam jumlah yang berlebihan secara terus menerus, dan ditandai dengan metabolisme yang tinggi serta peningkatan rangsangan sistem saraf simpatis akibat peningkatan sekresi hormon tiroid. Sebagian besar pasien hipertiroidisme mengeluhkan pembesaran kelenjar tiroid. Kelenjar ini membesar secara simetris, lunak, dan bergerak naik dan turun saat menelan. Pada beberapa pasien, gondok tidak simetris atau pembesarannya tidak terlihat jelas. Karena peningkatan aliran darah ke kelenjar tiroid, murmur vaskular dan tremor yang teraba dapat didengar di lobus lateral lobus atas dan bawah, terutama kutub atas kelenjar tiroid lebih jelas. Pembesaran kelenjar tiroid simetris yang menyebar dengan murmur dan tremor adalah tanda khusus penyakit ini, yang penting dalam diagnosis. Setelah pembesaran kelenjar tiroid terdeteksi, penyebab penyakit ini harus diidentifikasi dan diobati secara tepat waktu.