Kejang demam, juga dikenal sebagai kejang demam, kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik keluarga, serta ketidakmatangan perkembangan saraf dan infeksi saluran pernapasan bagian atas. 1. Faktor genetik keluarga: Jika ada kecenderungan genetik keluarga, seperti kedua orang tua atau salah satu orang tua memiliki riwayat kejang demam, maka kemungkinan besar akan menyebabkan insiden yang lebih tinggi pada anak-anak. 2. Faktor lingkungan: bayi dan anak kecil yang mengalami kejang demam juga dapat berhubungan dengan faktor lingkungan, terutama ketika mengalami infeksi bakteri atau virus di lingkungan akan menyebabkan kejang demam. 3. Vaksinasi: setelah vaksinasi, beberapa orang mungkin mengalami penolakan kekebalan tubuh, yang juga dapat menyebabkan kejang demam. Vaksin tertentu lebih mungkin menyebabkan kejang demam, terutama vaksin hidup yang dilemahkan (misalnya MMR) dan vaksin yang dibuat dalam sel utuh (misalnya vaksin pertusis sel utuh). Perhatian medis yang cepat diperlukan ketika kejang demam terjadi untuk mencegah perkembangan penyakit lebih lanjut.