Skrining genetik ketulian neonatal dilakukan saat lahir atau dalam waktu 3 hari setelah kelahiran dengan pengambilan darah tali pusat atau darah tumit untuk menyaring kerentanan ketulian dan gen umum. Metode umum saat ini digunakan untuk menyaring sembilan lokus mutasi umum pada gen GJB2, SLC26A4, 12SrRNA mitokondria dan GJB3 menggunakan microarray gen ketulian. Hal ini memungkinkan deteksi dini anak-anak yang berisiko tinggi mengalami gangguan pendengaran yang tertunda yang disebabkan oleh mutasi pada gen ketulian, serta anak-anak yang peka terhadap ketulian obat, sehingga memungkinkan diagnosis dini dan peringatan dini, dan merupakan pelengkap yang efektif untuk skrining pendengaran bayi baru lahir.