Saat ini, kualitas hidup telah meningkat dan para orang tua memberi makan anak-anak mereka dengan baik dan mendandani mereka dengan baik. Ketika mereka membawa anak-anak mereka keluar, jika mereka kurus, mereka akan diejek jika mereka bertemu dengan seseorang yang mereka kenal dan berkata, “Apakah Anda tidak memberi makan anak Anda dengan baik? Jika anak makan dengan baik, mereka akan dipuji karena kesehatannya yang baik dan orang tua akan merasa terhormat. Secara tidak sadar, kita berpikir bahwa seorang anak bergizi baik karena dia gemuk dan bergizi baik. Kita juga percaya bahwa anak yang gemuk adalah pertanda keberuntungan. Namun, ada batasan seberapa gemuk seorang anak, dan mereka tidak boleh terus-terusan gemuk, karena hal tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan mereka. Pada bulan April 2018, sebuah berita berjudul “Anak berusia 4 tahun meninggal saat tidur di Jiangxi, obesitas yang berlebihan merenggut nyawa anak”. Banyak orang tua yang terkejut melihat bahwa obesitas telah menyebabkan kematian anak mereka. Di beberapa daerah di Tiongkok utara, tingkat obesitas dan kelebihan berat badan pada anak usia 3 sampai 6 tahun telah mencapai 30%, dan gambaran nasional secara keseluruhan menunjukkan bahwa tingkat obesitas dan kelebihan berat badan pada anak usia 3 sampai 6 tahun di Tiongkok sudah menjadi salah satu yang paling serius di dunia. Obesitas telah menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pertumbuhan anak-anak Tiongkok. Jadi apa saja bahaya yang akan ditimbulkan oleh obesitas pada bayi terhadap tubuh? 1, kulit rentan terhadap infeksi anak obesitas terlalu banyak lemak subkutan, lipatan kulit menjadi lebih banyak, dan karena obesitas akan mudah berkeringat, biasanya sedikit perawatan, dapat terjadi erosi kulit, atau bahkan infeksi lokal. 2, penurunan daya tahan tubuh Obesitas membuat tubuh mengalami penumpukan lemak yang berlebihan, menambah beban organ tubuh anak, mudah menyebabkan kekebalan tubuh rendah, lebih mudah terjadi infeksi saluran peluit dan berbagai penyakit menular, dan akan menyebabkan beban pada hati dan ginjal anak. 3, fungsi jantung dan paru-paru menjadi rendah anak obesitas sedikit aktivitas akan terengah-engah, detak jantung dipercepat, kebugaran fisik yang buruk, mudah tegang. Jadi orang tua harus memperhatikan untuk mengontrol berat badan anak. 4, memicu berbagai penyakit fisik Obesitas membuat terlalu banyak lemak, menyebabkan metabolisme lemak tidak normal, perlemakan hati, perkembangan sirosis hati yang serius, akan mempengaruhi perkembangan kesehatan fisik anak. Sejumlah besar penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas pada anak-anak akan sangat meningkatkan risiko lemak darah tinggi, perlemakan hati, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan lain-lain di masa dewasa. Selain itu, obesitas juga dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan pada anak-anak. Karena mereka relatif canggung, anak-anak yang mengalami obesitas sering menjadi sasaran ejekan dan ejekan oleh teman sebayanya dan rentan terhadap rasa rendah diri dan depresi. Mereka sering kali dirugikan dalam kegiatan atau permainan kelompok, dan karena itu menarik diri atau menghindarinya, sehingga kesempatan mereka untuk berolahraga dan melatih perilaku jauh lebih sedikit daripada anak-anak dengan berat badan normal. Akibatnya, hal ini merugikan baik dalam hal pengendalian berat badan maupun perkembangan intelektual. Tanggung jawab terbesar orang tua adalah memberikan tubuh yang sehat kepada anak-anak mereka sehingga mereka dapat tumbuh dengan bahagia.