Keinginan makan yang terus menerus mengindikasikan kemungkinan hiperphagia, dalam beberapa kasus. Pertama, terlihat pada gangguan lambung, yang disebabkan oleh sekresi asam lambung yang berlebihan atau adanya gastritis atau tukak lambung. Gastroskopi diperlukan untuk membuat diagnosis yang pasti. Kedua, dapat dilihat pada pasien dengan diabetes mellitus, yang sering bermanifestasi secara klinis sebagai minum berlebihan, polifagia, poliuria, dan wasting. Glukosa darah puasa dan glukosa darah postprandial dua jam direkomendasikan untuk diagnosis yang jelas. Ketiga, pada pasien dengan penyakit tiroid, hipertiroidisme juga dimanifestasikan sebagai hiperfagia dan gairah mental. Tes fungsi tiroid direkomendasikan untuk memperjelas diagnosis. Keempat, pada wanita hamil, kebutuhan janin yang sedang berkembang dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan asupan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, yang merupakan fenomena normal dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tiga kondisi pertama, setelah didiagnosis, memerlukan konsultasi spesialis.