Varikokel, penyebab infertilitas

  Varikokel adalah kondisi umum pria, sering terjadi di sisi kiri, dan merupakan penyebab umum infertilitas pria.  Varikokel bisa muncul pertama kali pada masa kanak-kanak atau selama perkembangan remaja. Refluks yang buruk pada vena spermatika menyebabkan suhu skrotum yang tinggi dan penumpukan zat-zat berbahaya secara lokal, yang mengakibatkan pertumbuhan dan disfungsi testis, yang dapat mempengaruhi produksi sperma dan mengurangi kualitas air mani, yang pada akhirnya menyebabkan infertilitas.  Diagnosis dini dan pengobatan varikokel yang cepat dapat secara efektif membalikkan proses kerusakan testis ini. Dengan pengobatan yang agresif dan tepat, volume testis yang terkena dampak secara bertahap dapat kembali normal dan jumlah dan kualitas sperma dapat diharapkan mencapai tingkat populasi normal. Secara umum, semakin dini varikokel diobati, semakin cepat pemulihan testis yang terkena, sehingga remaja dengan varikokel harus diobati sedini mungkin.  Pasien dengan varikokel yang menyebabkan gejala lokal yang signifikan atau kelainan air mani akan memerlukan perawatan bedah. Ada tiga jenis perawatan bedah: 1. Bedah terbuka tradisional: Bedah vena spermatika tradisional adalah ligasi tingkat tinggi dari vena spermatika melalui cincin eksternal. Sayatan bedah sering dibuat di perut kiri bawah, yang tidak hanya traumatis tetapi juga memiliki tingkat kekambuhan tertentu, dan dengan kemajuan dalam perawatan medis, jenis pembedahan ini sekarang semakin jarang digunakan.  2. Laparoskopi ligasi vena spermatika internal: Laparoskopi ligasi vena spermatika internal memiliki keuntungan trauma yang lebih sedikit dan pemulihan yang lebih cepat daripada operasi tradisional, terutama untuk pasien dengan varikokel bilateral, yang merupakan pendekatan pertama. Namun, kerugian terbesar dari operasi laparoskopi adalah bahwa penghalang alami rongga perut manusia —- harus dibuka, dan sulit untuk membedakan antara arteri dan vena testis secara laparoskopi, yang membuat operasi menjadi sangat sulit dan mahal, sehingga ligasi vena spermatika laparoskopi yang dulu banyak digunakan secara bertahap ditinggalkan oleh banyak dokter.  Ligasi vena spermatika mikroskopis: Ligasi vena spermatika mikroskopis adalah prosedur pembedahan baru yang baru saja muncul dalam beberapa tahun terakhir ini dan memiliki keuntungan yang lebih jelas daripada dua prosedur sebelumnya, karena sayatannya tersembunyi dan tidak terlalu invasif, dan masih dapat dilakukan pada pasien dengan riwayat kekambuhan atau pembedahan pangkal paha setelah pembedahan tradisional. Lebih penting lagi, arteri spermatika internal dapat diisolasi dan dilindungi dengan jelas di bawah mikroskop, sehingga memastikan pasokan darah yang lebih baik ke testis dan memulihkan fungsinya, yang telah membawa perawatan bedah varikokel ke tingkat yang lebih tinggi. Namun, prosedur ini lebih menuntut dan umumnya membutuhkan ahli bedah yang terlatih dalam bedah mikro untuk melakukannya. Dengan popularitas teknologi mikroskopis dalam urologi, prosedur ini menjadi semakin populer dan telah menjadi pilihan pertama untuk operasi varikokel.