Cedera hati dibagi menjadi cedera tertutup dan cedera terbuka, dan tubuh pasien sering menunjukkan wajah pucat dan keringat dingin.
1. Cedera tertutup: penyakit ini ditandai dengan kekerasan yang bekerja langsung pada hati, tetapi tidak ada luka di permukaan tubuh. Ketika hati hanya robek secara dangkal, pendarahan yang dialami pasien akan sedikit dan dapat berhenti dengan sendirinya, dan pasien mungkin tidak memiliki gejala atau gejala ringan.
Jika hati robek dalam, pasien dapat mengalami perdarahan hebat dan muncul dengan pucat, keringat dingin, ekstremitas dingin, denyut nadi cepat, dan penurunan tekanan darah. Tanda-tanda iritasi peritoneum ringan dapat muncul pada hemoperitoneum, menyebabkan nyeri perut, ketegangan otot perut, tekanan dan nyeri pantul.
2. Cedera terbuka: manifestasi fisik pasien adalah adanya luka di area hati, dan terdapat aliran darah yang keluar dalam jumlah besar. Beberapa pasien juga memiliki gejala lain seperti nyeri di daerah hati, pucat, denyut nadi cepat dan penurunan tekanan darah.
Selain gejala-gejala di atas, beberapa pasien dengan cedera hati dapat menunjukkan pewarnaan kuning pada kulit dan sklera serta kehilangan nafsu makan, tidak menyukai makanan berminyak, mual dan muntah. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan pengobatan yang tepat.