Sakit perut yang disertai diare dianggap sebagai infeksi usus, yang terjadi secara musiman, terutama pada bulan-bulan musim panas dan musim gugur. Hal ini terkait dengan pola makan, terutama jika makanan yang dikonsumsi terkontaminasi, atau jika minuman dingin dikonsumsi, dan setelah makan berlebihan. Hal ini disebabkan oleh iritasi inflamasi lokal pada saluran usus, dengan eksudasi yang signifikan dari lumen usus, yang menyebabkan diare. Gerakan peristaltik usus yang berlebihan juga dapat menimbulkan rasa sakit pada saat kejang dan pada kasus yang parah dapat disertai dengan rasa mual, muntah, dan bahkan demam yang signifikan. Radang usus harus ditangani secara agresif karena diare yang parah juga dapat menyebabkan syok kehilangan cairan dan gangguan pada lingkungan internal. Pengobatan anti-infeksi, penggantian cairan intravena dan, jika perlu, puasa air harus dipilih untuk fase akut. Fisioterapi seperti kompres panas lokal, atau pijat juga dapat digunakan untuk mengurangi gejala.