Pada umumnya tidak dianjurkan untuk menggunakan etoricoxib dan benzbromarone secara bersamaan. Etoricoxib adalah obat antiinflamasi nonsteroid, Benzbromarone adalah obat penurun asam urat yang meningkatkan ekskresi asam urat, Benzbromarone dapat digunakan untuk pengobatan hiperurisemia dan asam urat yang terputus-putus, sedangkan Etoricoxib dapat digunakan untuk meredakan gejala serangan asam urat akut, Etoricoxib dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya dapat menyebabkan kerusakan ginjal, sementara Benzbromarone dapat menyebabkan kerusakan ginjal obstruktif. Oleh karena itu, pemberian etoricoxib dan benzbromarone secara bersamaan dapat meningkatkan risiko cedera ginjal, dan karena keduanya digunakan secara terpisah untuk periode asam urat yang berbeda, maka pemberian etoricoxib dan benzbromarone secara bersamaan pada umumnya tidak dianjurkan. Gejala pencernaan seperti diare, sakit perut dan mual, dan alergi kulit seperti mata angin, ruam makulopapular, kemerahan dan gatal-gatal dapat terjadi dengan pemberian benzbromaron. Obat ini dikontraindikasikan pada orang dengan gangguan ginjal sedang hingga berat, wanita hamil atau wanita dengan kemungkinan hamil, dan wanita menyusui. Berhati-hatilah untuk minum banyak air selama pengobatan. Reaksi yang merugikan seperti dispepsia, mual, alergi dapat terjadi ketika menggunakan Etoricoxib. Obat ini dikontraindikasikan pada orang dengan hipersensitivitas obat, pasien dengan tukak lambung aktif atau perdarahan. Berhati-hatilah untuk meminimalkan durasi dan dosis obat pada dosis efektif dan hindari mengkombinasikannya dengan NSAID lainnya. Etoricoxib dan Benzbromarone harus digunakan di bawah bimbingan dokter, dan disarankan agar pasien yang perlu menggunakan kedua obat ini ke bagian yang relevan di rumah sakit biasa untuk konsultasi, jangan menggunakan obat ini sendiri.