Gejala apa yang dapat didiagnosis sebagai neuralgia trigeminal? Spesialis: Neuralgia trigeminal terutama ditandai oleh nyeri paroksismal dan parah di area wajah yang dipersarafi oleh saraf trigeminal. Hal ini dicirikan oleh episode rasa sakit yang sangat intens. Pasien merasa seperti tersayat pisau dan tersengat listrik. Rasa nyeri datang secara tiba-tiba, sering berlangsung beberapa detik atau menit, dan kemudian tiba-tiba mereda. Kadang-kadang rasa nyeri datang begitu tiba-tiba sehingga pasien berbaring di lantai dan berguling-guling. Rasa sakit ini dikenal sebagai “rasa sakit nomor satu di dunia” dan beberapa pasien begitu tak tertahankan sehingga mereka bahkan berusaha untuk bunuh diri. Mudah didiagnosis, tetapi sulit diobati. Perawatan apa yang tersedia untuk neuralgia trigeminal? Metode pertama adalah pengobatan, yang melibatkan pasien yang menggunakan analgesik oral seperti carbamazepine, gabapentin dan oxcarbazepine, tetapi pasien cenderung mengembangkan resistensi terhadap obat-obatan ini ketika digunakan untuk jangka waktu yang lama. Metode kedua adalah pengobatan intervensi invasif minimal, yang juga dikenal sebagai gangguan saraf trigeminal dengan termokoagulasi frekuensi radio. Ini melibatkan penempatan jarum frekuensi radio yang sangat halus ke dalam meniskus trigeminal, yang ujungnya dapat dipanaskan hingga 70 hingga 80 derajat dengan cara teknologi, menyebabkan sedikit denaturasi protein di dalam ganglion meningeal, membuat sinyal rasa sakit tidak dapat dikonduksi. Metode ketiga adalah kraniotomi, atau dekompresi mikrovaskular. Ini dilakukan dengan membuka tengkorak untuk meredakan kompresi pembuluh darah pada saraf trigeminal. Namun, hal ini sangat traumatis bagi pasien dan lebih mahal. Pasien seperti apa yang cocok untuk intervensi invasif minimal? Para ahli: pasien yang rasa sakitnya tidak dapat dihilangkan dengan karbamazepin oral dan yang kualitas hidupnya sangat terpengaruh; pasien dengan reaksi obat merugikan yang signifikan terhadap obat penghilang rasa sakit seperti karbamazepin; pasien yang terlalu tua dan lemah untuk mentolerir perawatan bedah terbuka; pasien yang tidak mau menjalani dekompresi pembuluh darah saraf trigeminal terbuka; pasien yang kambuh setelah dekompresi pembuluh darah saraf trigeminal terbuka; pasien yang kambuh setelah perawatan dengan termokoagulasi frekuensi radio terkontrol; pasien yang rasa sakitnya belum dihilangkan atau Pasien dengan neuralgia trigeminal akibat tumor dan yang rasa sakitnya belum membaik dengan Gamma Knife atau perawatan bedah.