Pembaruan tentang antikoagulan pada fibrilasi atrium

Fibrilasi atrium (AF) adalah salah satu aritmia klinis yang umum terjadi, dan insidensinya semakin lama semakin meningkat, dan diperkirakan pada tahun 2045, jumlah penderita AF akan mencapai 43 juta di Tiongkok. Sejumlah besar penelitian telah menemukan bahwa fibrilasi atrium merupakan faktor penyebab penting untuk stroke iskemik dan penyakit tromboemboli lainnya, sehingga antikoagulasi yang tepat sangat penting untuk pasien dengan fibrilasi atrium. Pedoman ESC 2010 untuk pengobatan fibrilasi atrium, antikoagulasi telah meningkat ke tempat pertama dari tiga strategi terapeutik utama, yang telah menyoroti posisi sentral antikoagulasi. Perkembangan terkini antikoagulasi untuk fibrilasi atrium sekarang dijelaskan secara singkat. 1, stratifikasi risiko stroke fibrilasi atrium lebih rinci, komprehensif Metode stratifikasi risiko tradisional, yaitu skema penilaian CHADS2 adalah sederhana, mudah diingat untuk menilai risiko stroke. Skema ini mencantumkan gagal jantung, hipertensi, usia, diabetes melitus (masing-masing 1 poin), dan stroke (2 poin) sebagai faktor risiko, yang menyatakan bahwa setiap pasien dengan skor CHADS2 ≥2 harus diobati dengan antikoagulan oral dengan antagonis vitamin K (mis., warfarin). Dan selanjutnya, mereka yang memiliki skor 0 diklasifikasikan sebagai risiko rendah, 1-2 sebagai risiko menengah, dan >2 sebagai risiko tinggi. Namun, uji klinis [2] telah menemukan bahwa pasien dengan skor CHADS2 0 tidak benar-benar berisiko rendah, dan mereka juga berisiko tinggi mengalami kejadian tromboemboli. Untuk alasan ini, pedoman ESC 2010 untuk pengobatan AF [1] memperkenalkan skema penilaian stratifikasi risiko yang baru, yaitu skor CHA2DS2-VASc. Berbeda dengan skema sebelumnya, skema baru ini lebih menekankan pada risiko stroke sebagai variabel kontinu dan selanjutnya membagi faktor risiko menjadi 2 faktor risiko utama dan 6 faktor risiko non-mayor yang relevan secara klinis, dengan penambahan tiga faktor risiko baru, penyakit pembuluh darah, usia 65-74 tahun dan jenis kelamin perempuan (masing-masing 1 poin), dan usia ≥75 tahun ditingkatkan dari 1 menjadi 2 poin, dan skor maksimum dinaikkan dari 6 menjadi 9, tetapi antikoagulan spesifik Kriteria poin untuk penggunaan antikoagulan spesifik tetap sama (skor CHA2DS2-VASc ≥2 poin). Jelas, menurut skema stratifikasi risiko stroke yang baru, antikoagulan akan diperkuat dan kisaran indikasi akan lebih komprehensif. Namun, karena hanya satu penelitian [3] yang menggunakan skor CHA2DS2-VASc terbaru untuk memprediksi risiko stroke pada pasien dengan AF, maka keakuratannya perlu diverifikasi lebih lanjut.