Sebagian besar nodul payudara tidak dapat diidentifikasi dengan palpasi dan memerlukan tes tambahan untuk membantu diagnosis. Tes yang paling sering digunakan adalah ultrasonografi, mamografi, dan MRI, sebagai berikut: 1. Ultrasonografi adalah tes yang paling rutin dan populer, tanpa radiasi dan sensitivitas tinggi, tetapi tingkat ultrasonografer dapat memengaruhi diagnosis; 2. Mamografi: mamografi adalah pelengkap ultrasonografi, dan lebih berguna untuk diagnosis kalsifikasi. Dalam deskripsi mamografi, kalsifikasi yang besar dan tersebar biasanya mengindikasikan nodul payudara jinak, sedangkan kalsifikasi yang berbutir halus dan bergerombol cenderung bersifat ganas. 3. MRI: MRI merupakan tes yang paling sensitif untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara, dengan sensitivitas 90% – 99%, serta dapat menunjukkan batas, bentuk, ukuran, dan infiltrasi di sekitar nodul.