Tidak dapat berjalan lurus disebabkan oleh alasan patologis seperti lesi hemisfer serebral, lesi serebelum, lesi organ vestibular perifer yang disebabkan oleh kelemahan tungkai atau gangguan keseimbangan, perlu dianalisis secara khusus. 1. Lesi hemisfer otak: misalnya, beberapa pasien dengan pendarahan otak ringan atau infark otak dapat menunjukkan kelemahan pada satu sisi anggota tubuh, dan pada saat yang sama dapat mengalami gejala pusing, mual, dan miring ke satu sisi saat berjalan, yang dapat didiagnosis dengan CT otak dan MRI otak. 2. Lesi Cerebellar: Infark atau perdarahan di otak kecil. Karena otak kecil mengontrol keseimbangan dan sensasi tubuh manusia, ketika ada kelainan pada otak kecil, gejala seperti pusing, bicara lambat, mual dan muntah, dan berjalan goyah dapat dimanifestasikan, dan diagnosis dapat dikonfirmasi dengan CT otak dan MRI otak. 3. Lesi organ vestibular perifer: seperti vertigo posisional episodik jinak yang disebabkan oleh degenerasi organ telinga bagian dalam, labirinitis, penyakit Meniere, dll., yang sebagian besar disertai dengan vertigo, mual, muntah, dan juga dapat dimanifestasikan sebagai berjalan tidak stabil. Saat berjalan tidak bisa berjalan dalam garis lurus, harus meningkatkan kewaspadaan, tepat waktu ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis yang jelas, pengobatan dini, agar tidak menunda kondisi tersebut.